(Penulis : FREDI KAYAMAN)
Sedikit komunikasi langsung dengan om Freddy, mohon di baca kawan kawan smuanya untuk Reggae Indonesia :
Salam Damai ....
mat siang mas tower ne sy kirim
tulisan saya tentang reggae di bali, mungkin bisa di baca dan bermanfaat buat
kita semua, berbagi rasa , salam Indonesia
17 menit yang lalu
salam damai. om Fredy ...boleh donk
Di kirim FOTO seputar Reggae BALI. nanti bs di unggah DI WEB kawan kawan.
terima kasih Om freddy
Percakapan Obrolan Berakhir
LEDAKAN BARU MEMBUAT BANGKIT DARI KETERLENAAN
Tahun
1981, di Indonesia Reggae bukan kata yang Populer Apalagi memahaminya sebagai
aliran musik. Tapi ketika itu Seorang berdarah Sunda yang bernama : IGOR
TAMERLAN Sudah merilis Album Langkah Pertama “ yang berisi Tiga (3 ) Lagu
Reggae yang di Produksi MUSICA STUDIO. Sejak tahun 70 an IGOR TAMERLAN sudah
menganggap MUSIK REGGAE sekelas dengan Musik Dangdut , Dia juga Memasukkan
unsur PUISI kedalam komposisi musiknya, Entah hanya untuk sensasi atau memang
merasa dekat Pada dunia Sastra , IGOR TAMERLAN memilih menetap\ Di Bali ,
ketika pulang ke Indonesia yang sebelumnya Tinggal di Perancis bersama ayahnya
seorang Diplomat. Meski belajar Arsitektur , IGOR punya minat besar di –Musik .
Dalam hal ini Musik REGGAE yang belum dikenal Banyak orang di Indonesia. Musisi
Bali JIMMY SILA’A mengatakan , IGOR TAMERLAN Terlalu VISIONER pada zaman nya.
Dia orang pertama di Bali yang membawa MIDI dan waktu itu belum ada orang Yang
punya MACINTOSH dan IGOR sudah Pakai , Mungkin Dia orang pertama di Bali yang
pakai MACINTOSH , Kata Jimmy Sila’a Saking Visioner nya , Ucapan IGOR Sering
dianggap Omong Kosong atau Bualan. Ketika orang belum tahu tentang Internet ,
IGOR TAMERLAN Sudah bilang, kalau dia akan Jualan musik di Internet , Siapa
Yang percaya Omongan dia ketika itu , Tapi sekarang kata- JIMMY SILA”A benar
terjadi. Kolaborasi Musik Tradisional dengan Musik Modern telah Lama menjadi
Obsesi IGOR .
Dalam lagu “ BALI VANILLI “Dia menyanyikan : RAP dalam bahasa
BALI , diiringi dengan Tetabuhan Bali dan Instrumen Modern. Lagu “ BALI
VANILLI” Bercerita tentang TURIS ASING dan BALI. Judul lagu “ BALI VANILLI “
sepertinya terinspirasi dari Skandal Lipsyng DUO MILLI VANILLI yang
menghebohkan dunia saat itu. Dimana beberapa daerah di Indonesia termasuk Bali
terjadi-Gonjang – ganjing harga Komoditas VANILI . Gelembung harga- Membuat
banyak para Petani beralih menanam VANILI , Namun Kemudian Gelembung itu pecah
dan banyak Petani yang kesal Dan membakar Pohon Vanili nya. Pada lagu “ BALI
VANILLI “ IGOR sepertinya menjawab seruan Lagu ciptaan : GURUH Soekarno Putra “
KEMBALIKAN BALIKU “Yang dilantunkan JOPIE LATUL di tahun 1985. Dalam lirik lagu
KEMBALIKAN BALIKU PADAKU , IGOR menjawab bahwa di Pulau Bali jaman sekarang ini
ADAT dan TRADISI tertap bertahan , Namun jika MUDA- MUDI di Bali suka yang
TRENDI , maka – Tak mungkin lagi BALIKU KEMBALI , kata IGOR. Musik REGGAE di
Bali muncul sebagai Kultur yang SANTAI , Seperti pada umumnya orang-orang di
Pantai. Dan REGGAE di Bali dibawa dan diPerkenalkan oleh INDUSTRI TOURISME
sehingga untuk di Bali Pekerja Seniman Reggae Lebih menjanjikan.
Jejak Reggae
di Bali berawal dari BRUNA REGGAE BAR di Pantai KUTA , Bali yang berkembang
seiring Gaya hidup para Anak-anak Pantai atau lebih dikenal dengan Nama BEACH
BOYS . REGGAE yang berkembang di Bali , lebih Cocok dengan suasana Pantai
Tropis di Bali yang begitu SANTAI, RAMAH dan SEKSI dengan warna ,Merah, Kuning
Hijau nya. Tahun 1989 seorang musisi Reggae Indonesia yang bernama RUDI dan
musisi Reggae Jamaika yang bernama : SAM , mem Bentuk BAND REGGAE JAMASYAH ,
saat itu Bruna Reggae Bar Masih kafe yang sepi dan belum menjadikan Reggae
sebagai SAJIAN Pengunjung. Band JAMASYAH tampil sekali dalam se Pekan dan
perlahan membangun nama BRUNA menjadi ter-Kenal.. Diawal tahun 1990 terbentuk
Band Reggae Lokal Denpasar- Yang bernama REGGAE MYLITIS dengan personal : Ayu
Handayani ( Vokal) , Marlin (Vokal) , Cahyadi (Keyboard ) , Putu Suastika (Lead
Guitar) , Fefe ( Bass ) , Kong ( Drum ) , Tote ( Percussion ) dengan pimpinan
ARYANA yang bermarkas Di Hotel BALI SEGARA, KUTA .
Band REGGAE MYLITIS ini
masih membawakan lagu- lagu COVER. Diacara kampus Seni Rupa di Denpasar (
PSRD). Pada bulan Juli 1990, Band REGGAE MYLITIS mendapat undangan Konser di
Jakarta , dalam Acara PESTON’ 90 yang di adakan di-ISTORA SENAYAN, dimana Band
Reggae yang main saat itu adalah REGGAE MYLITIS (Denpasar-Bali) dan REGGAE
ASIAN ROOT ( JKT). Setelah itu Mulailah bermunculan Band - band Reggae lokal di
Denpasar antara lain : LEGEND BAND (SANUR )-1991 , SUNSHINE BAND ( SANUR )-
1992., FREDI & RHYTM VOICE BAND ( DENPASAR )- 1993 , SUMMER SESSION (
DENPASAR )- 1993 , FATAMORGANA (DENPASAR )- 1995, GRIYA FARIA BAND ( UBUD ) –
1995. UPRISING BAND (JIMBARAN) -1996 , LUBDAKA ( DENPASAR )- 1994 , DOUBLE T (
DENPASAR )- 1995 , TUFF GONG ( DENPASAR )- 1996 , BINGO (DENPASAR ) - 1997
Tahun 1993, BRUNA REGGAE BAR sudah mulai terkenal , Banyak Musisi –musisi dari
Jakarta dan dari luar Bali terinspirasi dari –Pengalaman menikmati REGGAE di
BRUNA, Kuta –BALi . seperti :IMANEZ menciptakan ANAK PANTAI terinspirasi dari
BALI , SLANK membuat lagu BALI BAGUS di Album “KAMPUNGAN “ ,terinspirasi dari
bali . Saat itu Band Reggae Lokal yang main di BRUNA antara lain : LEGEND BAND
, SUNSHINE BAND , FREDI & RHYTM VOICE BAND , dan SUMMER SESSSION BAND.
Band- band reggae Lokal dibali saat itu tergolong AKTIF sebagai Penggiat COVER
dan membawakan lagu-lagu Reggae POPULER Seperti reggae BOB MARLEY, UB 40, ALPHA
BLONDY , BIG MOUNTAIN , INNER CICLLE , PATER TOSH . Dan malas membuat atau
merekam lagunya sendiri. Tahun 1995 diadakanlah FESTIVAL REGGAE oleh Sekolah
Tinggi Pariwisata di Bali dimana Gus MANTRA sebagai panitia pelaksananya,
festival diadakan di ART CENTRE, Denpasar. Dimana saat itu banyak band REGGAE
yang Tampil seperti ; DOUBLE. T. ( Denpasar) , FATAMORGANA ( Denpasar ), GRIYA
FARIA ( Ubud ) , BLUE SIGNAL (Denpasar ), TUFF GONG (Denpasar), LUBDAKA (
Denpasar ) .
dari sanalah Reggae di bali mulai dikenal oleh kaum muda dan orang
dewasa saat itu. Adapun band band REGGAE LUAR negri yang pernah datang dan main
Di bali seperti : BIG MOUNTAIN ( 1993 )- gedung AMPI THEATRE Nusa dua- bali ,
UB 40 ( 1994 ) – Gedung AMPI THEATRE Nusa Dua – BALI , INNER CICLE (1994 )-
Gedung AMPI THEATRE Nusa Dua – BALI , MAXI PRIEST (1995) – Gedung AMPI THEATRE
Nusa DUa –BALI , NO DOUBT ( 2004 ) – PANTAI HYTH SANUR – BALI . THE WAILERS (
2011) – HARD ROCK KUTA –BALI , AFRO MOSES ( 2012) – FESTIVAL UBUD- Gianyar-BALI
. Tahun 1995 BRUNA KUTA, BALI tutup tidak mendapat ijin keramaian Karna tak
mempunyai lahan parkir. Singkat cerita Tahun 1997 dibuka APACHE REGGAE BAR
bertempat di Central Kuta, Legian Dari sanalah reggae mulai berkembang sampai
saat ini. Dimana band yang pernah mengisi acara di APACHE seperti : FATAMORGANA
(1997-1999) ,FREDI & BINGO BAND(2003-2005) , LOCAL VIBRATION ( 1997-2004) ,
SUNSHINE BAND(1997-2002) , JONI AGUNG & DOUBLE. T(2003-2014) , RASTA
KIDS(2005 -2015) , SMALL AXE (2011-201) , ULU ROOTS (2014 ) , SOUND REBEL(
2009-2010) ,BINTANG(1999-2009)
Peristiwa Bom Bali pertama menyisakan keragu
raguan oleh insan kreatif Bali, tapi secuil harapan pun muncul. Walaupun banyak
Bar-bar yang tutup karena bangkrut. Namun kesempatan baru yang tidak
diprediksikan sebelumnya justru memberi angin segar bagi Industri musik bali.
Harapan itu membesar. Simpati Nasional dan Dunia mengarah ke Bali. Bali yang
dianggap milik Dunia mendapat banyak sorotan dan perhatian pasca Bom. Apa apa
yang berbau Bali langsung mendapat Dukungan. Tahun 2003 FREDI memilih berSOLO
karier dengan membuat Album lagu Original berbahasa Bali . yang berjudul “ MADE
RASTA “ dirilis oleh MAHARANI Record. Yang berisikan 8 lagu antara lain :
Buduh-buduh Paling , Nemuang Tresna, Made Rasta, Sing ngelah pipis, I Luh
Jegeg, Krisis, Malam Minggu, Teruna Lacur. Industri musik di bali seolah
mendapat Injeksi Harapan baru. Semangat dan gairah muncul kembali .Band band
Reggae lama bermetamorfosis menjadi bentuk bentuk baru untuk bisa ikut Eksis
.antara lain Joni Agung dan Double T yang memilih membuat Lagu Original mebasa
Bali, Band Uprising yang dibentuk oleh Alm Nyoman Sukayasa (diduk) menjadi Ulu
roots yang sekarang.
Band fatamorgana pecah menjadi BINTANG Band dan membuat
Lagu Original berbahasa Bali. Tahun 2005 FREDI mencoba eksis kejalur Nasional
dengan membuat SINGLE “ LOVINA “ dan Tahun 2005 FREDI membuat Album PERDANA
yang berjudul “ MR. SUNSHINE “ dengan 10 lagu antara lain : ALE HITAM, PEACE
MAN, TAK KUNIKMATI LAGI , NONA , SURGA ITU MILIK SIAPA, MR.SUNSHINE , KRISIS ,
CHEER UP, RASTAFARIA , TIKUS TIKUS GILA. Hingga tahun 2013 FREDI sudah memiliki
6 Album ,2 Single , antara lain : Album 1. MADE RASTA (2003), Album 2
MR.SUNSHINE (2005), SINGLE “ LOVINA (2005), Album 3 SELEKSI ALAM (2007) , Album
4 SOLO AKUSTIK (2010 ), Album 5 GREEN, PEACE and LOVE (2011) , Album 6 GURINDAM
CITY (2012)., SINGLE “ MENGGAPAI MIMPI “ (2013) dan tepatnya Tanggal
22september 2013 FREDI merilis kembali kumpulan lagu lagu yang berjudul 1
DEKADE FREDI KAYAMAN , juni 2015.


Komentar
Posting Komentar